Pages

Hutan Kunci Bagi Sasaran Pembangunan

Hutan dunia memainkan perang penting dalam peralihan ke ekonomi hijau, tapi pemerintah perlu berbuat lebih banyak guna menjamin hutan tersebut dikelola secara berkelanjutan

Pelet Kayu, Bahan Bakar Alternatif Rendah Emisi

Penggunaan wood pellet (pelet kayu) sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil untuk industri besar, kecil, dan rumah tangga menghasilkan emisi lebih rendah dibandingkan dengan minyak tanah dan gas.

COP19 Warsawa : Indonesia Paparkan Inisiatif Hijau Dalam Kawasan Hutan Produksi dan Hutan Lindung

"Green Initiatives on Protected Forest, Production Forest and National Parks" COP-19/CMP-9 UNFCCC, Warsawa, Polandia (15/11/2013).

Forest Landscape Restoration: Enhancing more than carbon stocks

ITTO co-hosted a discussion forum on “Forest Landscape Restoration: Enhancing more than carbon stocks” at Forest Day 6, convened during UNFCCC COP18 in Doha, Qatar.

Saturday, August 9, 2014

Pemanasan Global telah menjadi iklim "normal"

Oslo (ANTARA News) - Pemanasan global telah berlangsung sangat lama sehingga kebanyakan orang bahkan tidak dilahirkan saat suhu Bumi lebih dingin dibandingkan suhu rata-rata pada 1985, kondisi yang mengubah pendapat mengenai iklim "normal", kata beberapa ilmuwan.

Friday, July 18, 2014

In Madura, Pioneering an Eco-Friendly Firewood

JakartaGlobe (27/6/2014) Bangkalan, East Java. Irham Rofii stands out from your run-of-the-mill Muslim preacher, even here on the island of Madura, off the coast of Surabaya, which is home to a bevy of high-profile clerics and their Islamic boarding schools.

Indonesia Can Develop Biomass Energy

JakartaGlobe - Warsaw. Lack of non-renewable energy sources and an increasing need for renewable energy sources has forced Indonesia to shift gears and refocus its attention, it was revealed during the UN Framework Conference on Climate Change.

“Indonesia has tremendous potential to produce biomass, the market is there, we just need a policy to move forward,” Yetti Rusli, the special staffer for climate change at the Forestry Ministry told the Jakarta Globe during the side event of the conference.

Tuesday, July 1, 2014

Alih Teknologi “Energi Terbarukan Biomasa Kayu: Metamorfosa Kayu Bakar”

“Biomassa yang berkelanjutan dapat memberikan fraksi yang signifikan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca CO2. Sumber biomassa bermanfaat untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan stok karbon yang tersimpan dalam tanah atau tanaman, (biomassa) juga memberikan keuntungan dalam bentuk mengganti emisi karbon dari bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak atau gas alam, pembakaran yang menambahkan karbon baru dan tambahan ke atmosfer dan menyebabkan pemanasan global”, demikian disampaikan oleh Dr. Yetti Rusli, Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Perubahan Iklim dan Lingkungan dalam pembukaan Alih Teknologi Energi Terbarukan Biomassa Kayu : Metamorfosa Kayu Bakar”.

Thursday, June 5, 2014

Documents - 2015


Saturday, March 15, 2014

Green Energy for the Future

It’s hard to imagine a world with no energy resources. But does anyone realize that within the next 12 years, Indonesia’s oil reserves would run dry if there was no further exploration?

Within the next 30 years, Indonesia’s gas reserves would also be depleted and about 70 years later, its coal reserves.

Tuesday, March 4, 2014

Pelaksanaan & Hasil Pertemuan Komite Pengarah FCPF Indonesia Ketiga

(Selasa, 04 Maret 2014) ~ Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) merupakan program kerjasama multilateral yang melibatkan Kementerian Kehutanan (Puslitbang Perubahan Iklim dan Kebijakan dan Pusat Standardisasi Lingkungan), The World Bank (delivery partner) dan Dewan Kehutanan Nasional. Di Indonesia, Program ini disebut dengan FCPF-REDD+ Readiness Preparation yang bertujuan melengkapi dan menyempurnakan berbagai hal terkait dengan kesiapan Indonesia dalam implementasi REDD+ baik di tingkat sub-nasional, regional dan nasional. Program ini telah berlangsung sejak tahun 2011 dan dijadwalkan berakhir pada tahun 2014.

Friday, February 14, 2014

Lahan Gambut Bisa Kembangkan Hutan Tanaman Industri lewat Teknologi Ekohidro

Ketua Tim MRV (Measurement, Reporting and Verification) Kemenhut, Budi Indra Setiawan (kanan) berbincang dengan Direktur Bina Usaha Hutan Tanaman Kemenhut Gatot Soebiantoro, Staf Ahli Menhut Bidang Perubahan Iklim Yetti Rusli (dua kiri), Staf Ahli Menhut Bidang Hubungan Antar Lembaga San Afri Awang (tiga kanan), dan Direktur Utama PT Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP) Kusnan Rahmin (dua dari kanan) usai pemaparan hasil kajian MRV 2010-2013 di Pekan Baru, Kamis (13/2). Hasil kajian para pakar lingkungan dan sosial yang tergabung di tim MRV menilai, proyek percontohan pengembangan hutan tanaman industri (HTI) di konsesi RAPP sesuai kaidah pengelolaan lahan gambut lestari. ANTARA FOTO/ HO/Rahmin/pd/14
[PEKANBARU, 13-2-2014] Lahan gambut bisa dikelola untuk pengembangan hutan tanaman industri (HTI) secara lestari dengan menerapkan teknologi ekohidro. Hal ini telah dibuktikan dari hasil pengukuran, pelaporan, dan verifikasi tim pakar yang ditunjuk Kementerian Kehutanan.

Wednesday, January 15, 2014

Documents - 2014

2014 - Dr. Ir. Yetti Rusli, M.Sc : Green Arsitektur Hutan Indonesia
https://www.mediafire.com/?32n8sbuad67cn53

2014 - Dr. Ir. Yetti Rusli, M.Sc Deklarasikan Masyarakat Pegiat Biomassa Hutan Indonesia (MAPEBHI)
Link download : [satu] [dua]

2014 - Sustainable Forest Management, PES of Forests and the Future Perspective of REDD+ in Indonesia.
http://www.mediafire.com/download/ubg2u0q2lbzd6xl/2014+-+Sustainable+Forest+Management%2C+PES+of+Forests+and+the+Future+Perspective+of+REDD++in+Indonesia.pdf
Presented at the International Forum on Payments for Environmental Services of Tropical Forests (ITTO, FONAFIFO, MINAE, FAO), 7-10 April 2014, San Jose, Costa Rica.

2014 - Future Perspective of REDD+ Implementation and the National Forest Policy in Indonesia
http://www.mediafire.com/view/vjsw88o2ff3n2qr/Future_Perspective_of_REDD__Implementation_and_the_National_Forest_Policy_in_Indonesia.pdf

Tuesday, December 31, 2013

Documents - 2013

2013 - Booklet COP19/CMP9 tahun 2013 TERSUKSES untuk REDD+: Citius, Altius, Fortius
Penulis : Nurmasripatin, Yetti Rusli dan Kirsfianti Ginoga
http://www.mediafire.com/view/cig1td2wcl475r7/COP19_tahun_2013_Tersukses_untuk_REDD.pdf

2013 - Perubahan Iklim, Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca, Pohon dan Hutan: Peluang atau Bencana?
http://goo.gl/N8ndkt

2013 - 300 years of sustainable forestry
http://www.mediafire.com/download/orqzt3gx4n6o5s5/300+years+of+sustainable+forestry.pdf

2013 - Forests in the next 300 years
http://www.mediafire.com/download/h4v6m644ai7zsl9/Forests+in+the+next+300+years.pdf

2013 - Indonesia Forest Gender Mainstreaming: Scaling up Best Practices (Presented at the 25th Asia-Pacific Forestry Commission - APFC, 4-8 November 2013: “Regional Workshop on Gender Mainstreaming in National Forest Policies, Rotorua, New Zealand)
http://www.mediafire.com/view/ajks7kckasjji6n/Indonesia_Forest__Gender_Mainstreaming_Scaling_up_Best_Practices.pdf

2013 - Sustainable Community Forests for Wood Pellet Biomass Energy in Bangkalan Madura,
Indonesia
http://www.mediafire.com/view/uzbiwok28ayoavz/YETTI_Wood_Pellet_Biomass_Energy_Madura_15_Nov_2013_Warsawa.pdf

2013 - Wood Mass Energy : Metamorfic of Fuel Wood/Kayu Bakar
http://www.mediafire.com/?bepupj157cb72xa

2013 - The Green Economy We Need
http://www.mediafire.com/download/ry6l3qoas3yjafn/The_Green_Economy_We_Need.pdf

2013 - Presentasi KH Irham Wood Pellet Membangun Masyarakat Seutuhnya
http://www.mediafire.com/download/syux0x0uf9r4rrd/Presentasi_KH_Irham_Wood_Pellet_Membangun_Masyarakat_Seutuhnya_.pdf

2013 - Payment for Ecosystem Services (PES) for Communities
http://www.mediafire.com/?gtxy1j1vroltp1q

2013 - Indonesia Forest Land Use System - Scaling up Best Practices for Future Green Living Planet (ASIA LEDS 2013 Manila)
http://www.mediafire.com/download/40lefg24fay0355/Indonesia_Forest_Land_Use_System_-_Scaling_up_Best_Practices_for_Future_Green_Living_Planet.pdf

2013 - Implementing Best Practices of Sustainable Forestry for Scaling up Efforts of Climate Change Mitigation and Adaptation
http://www.mediafire.com/?2d13lwc99814cg8

2013 - Biomass Pellets : Towards a new era of renewable energy
http://www.mediafire.com/download/sshodrl8hjwi095/Biomass_Pellets_Towards_a_new_era_of_renewable_energy.doc

2013 - 4th Indonesia Business Link : Forestry Indonesia Linking the Future Green Business
http://www.mediafire.com/download/b95i5b2timvmdkz/Forestry_Indonesia_Linking_the_Future_Green_Business_2013.zip

Friday, December 13, 2013

DNPI : Berikan pemahaman perubahan iklim sejak dini

Pemahaman tentang perubahan iklim perlu diberikan sejak dini kepada anak-anak agar mereka memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan.

Sekarang, menurut Sekretaris Kelompok Kerja Adaptasi Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) Ari Mochammad, ada kalanya masyarakat menjawab tidak tahu ketika ditanya seputar perubahan iklim.



"Misalnya ketika ditanya 'apakah Anda sadar udara yang Anda hirup mengandung zat tertentu? Jawabannya 'tidak'. Pertanyaan terlalu teknis," kata Ari Mochammad dalam acara diskusi mengenai Kota dan Perubahan Iklim yang diadakan oleh Mercy Corps, siang ini.

Padahal, lanjutnya, bahasa tubuh masyarakat mengatakan bahwa individu telah merasakan dampak perubahan iklim. "Pakai masker, itu menunjukkan mereka tahu (perubahan iklim)."

Pemahaman mengenai isu perubahan iklim menurutnya bisa diberikan sejak dini, melalui taman kanak-kanak misalnya. Tantangannya, bagaimana pengajar memberikan pemahaman dengan bahasa yang dapat dimengerti sesuai dengan usia pelajar.

"Penggunaan bahasa yang rumit dikhawatirkan menimbulkan kesalahan dalam definisi, memberi kesimpulan sehingga pendekatan yang dilakukan pun salah," lanjutnya.

Isu perubahan iklim tidak melulu menjadi ranah sains. Ari berpendapat, pelajaran mengenai moral hingga agama pun dapat disisipi isu perubahan iklim.

"Misalnya di agama, dalam konteks kita mengimplementasikan ajaran, tidak merusak alam," katanya.

Indonesia sebagai negara kepulauan tropis dengan jumlah penduduk yang tinggi berpotensi mengalami dampak perubahan iklim.

Indonesia sudah merasakan dampak perubahan iklim seperti kekeringan panjang, banjir, fluktuasi temperatur ekstrem, penurunan produktivitas pertanian, penyakit berbasis vektor, cuaca dan iklim ekstrim, dan degradasi lahan.

Menurut Ratri Sutarto, Manajer Program Asian Cities Climate Change Resilience Network (ACCCRN), mengatasi dampak perubahan iklim merupakan isu strategis yang membutuhkan pendekatan komprehensif dan berkelanjutan.

Dengan adanya pemahaman yang lebih baik mengenai penyebab kerentanan serta risiko iklim lokal, para pemangku kepentingan kota akan dapat merumuskan strategi yang lebih baik.

Editor: Suryanto

Sumber :
http://www.antaranews.com/berita/408876/berikan-pemahaman-perubahan-iklim-sejak-dini