Hutan Kunci Bagi Sasaran Pembangunan
Hutan dunia memainkan perang penting dalam peralihan ke ekonomi hijau, tapi pemerintah perlu berbuat lebih banyak guna menjamin hutan tersebut dikelola secara berkelanjutan
Pelet Kayu, Bahan Bakar Alternatif Rendah Emisi
Penggunaan wood pellet (pelet kayu) sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil untuk industri besar, kecil, dan rumah tangga menghasilkan emisi lebih rendah dibandingkan dengan minyak tanah dan gas.
COP19 Warsawa : Indonesia Paparkan Inisiatif Hijau Dalam Kawasan Hutan Produksi dan Hutan Lindung
"Green Initiatives on Protected Forest, Production Forest and National Parks" COP-19/CMP-9 UNFCCC, Warsawa, Polandia (15/11/2013).
Forest Landscape Restoration: Enhancing more than carbon stocks
ITTO co-hosted a discussion forum on “Forest Landscape Restoration: Enhancing more than carbon stocks” at Forest Day 6, convened during UNFCCC COP18 in Doha, Qatar.
Saturday, December 6, 2014
Serunya Paviliun Indonesia pada Sidang Dunia COP di Lima Peru
KBRN, Peru : Climate Talk to
Climate Action yang tertera di Paviliun Indonesia, kian hari kian
bertambah seru. Berbagai paparan, pembahasan-pembahasan dan perbincangan
terlihat begitu mengasikkan seakan mengalahkan siding-sidang peting yang
berlangsung pada saat yang sama pada hari keempat 20 th Conference of Parties
(COP) 2014, di Lima Peru, kemarin (04/12/2014).
Wednesday, October 8, 2014
Lahan Gambut Halal Dimanfaatkan
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyatakan bahwa gambut bukanlah lahan yang haram untuk dimanfaatkan. Berbekal ilmu pengetahuan dan teknologi, lahan gambut terbukti bisa dikelola secara lestari, di antaranya bisa digunakan untuk budidaya tanaman keras.
Kepala Badan Litbang Kehutanan Kemenhut San Afiri Awang mengungkapkan, pihaknya tidak merekomendasikan penetapan muka air paling rendah 0,4 meter sebagai indikator kerusakan gambut dalam pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPP Gambut).
Kepala Badan Litbang Kehutanan Kemenhut San Afiri Awang mengungkapkan, pihaknya tidak merekomendasikan penetapan muka air paling rendah 0,4 meter sebagai indikator kerusakan gambut dalam pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPP Gambut).
Thursday, September 18, 2014
Kunjungan Profesional Bisnis dan Akademisi IPB
Kaliandra dipilih karena keunggulannya dalam mendukung program bisnis wood pellet dan kemampuannya tumbuh di lahan kritis. Dengan sistem 3T – meminjam istilah dari Dr.Yetti Rusli – (Tanam, Tebang, dan Trubus) maka budidaya kaliandra di kebun energi akan bisa sustainable paling tidak dalam waktu 10 tahun,” imbuhnya. Kebun energi seharusnya ditempatkan pada lahan-lahan kosong dan tidak produktif, sehingga mampu menghasilkan delta serapan karbon yang penting.
Sunday, August 24, 2014
Dr. Ir. Yetti Rusli, M.Sc : Green Arsitektur Hutan Indonesia
Oleh: DR. Ir. YETTI RUSLI, MSc.
(yetti.rusli@gmail.com; http://www.forestforlife.web.id)
(yetti.rusli@gmail.com; http://www.forestforlife.web.id)
1. Hutan Indonesia perlu
diselamatkan secara professional dengan landasan ilmiah dan empiris, tidak
hanya terhanyut isu dan tanggapan sentimentil dunia yang pada beberapa tahun
belakangan berkembang pembicaraan sepihak bahwa hutan Indonesia menjadi sumber
emisi. Pandangan tersebut sangat tidak adil dan berpotensi menutup solusi
cerdas yang dapat di sumbangkan oleh hutan Indonesia.
2. Secara legal
konstitusi, hutan menempati wilayah daratan Indonesia lebih kurang 65%,
merupakan modal kebangkitan ekonomi Indonesia yang dapat menyentuh lapis akar
rumput sampai ekonomi nasional dan global.
3. Selain manfaat hutan
yang sudah dikenal umum (ekosistem, kayu dan nonkayu), hutan Indonesia dapat
menjadi solusi mengatasi krisis dan subsidi energi nasional yang setiap tahun
meningkat tanpa terselesaikan. Kemampuan tersebut dapat berkembang sampai
penguasaan pasar dunia energi berbasis biomasa kayu dengan menanam lahan
marginal terbengkalai dengan jenis kayu energi (kayu bakar) dan dengan cara
tanam Short Rotation Coppice System (SRC) atau tanam tebang trubus. SRC
ini dapat menghasilkan biomasa siap digunakan hanya dalam waktu 1 tahun dan
bisa terus menerus dipanen selama 20-30 tahun dengan hasil berkali lipat
dibanding sistem tanam konvensional. Sampai saat ini pembangunan kehutanan
konvensional belum menyentuh inovasi dan potensi tersebut.
Thursday, August 21, 2014
Yetti Rusli : Kemenhut Ingin Kembali Menjadi Prime Mover Ekonomi Indonesia
KBRN, Jakarta: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) optimis dapat kembali menjadi prime mover atau penggerak utama ekonomi Indonesia, seperti pada saat Hak Pengusahaan Hutan (HPH) baru digulirkan pemerintah.
Pasalnya, banyak sumber daya hutan yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi bangsa, seperti persoalan bahan bakar minyak (BBM) yang mengharuskan pemerintah menyediakan dana subsidi tidak sedikit untuk menekan harga bahan bakar dari energi fosil itu.
Pasalnya, banyak sumber daya hutan yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi bangsa, seperti persoalan bahan bakar minyak (BBM) yang mengharuskan pemerintah menyediakan dana subsidi tidak sedikit untuk menekan harga bahan bakar dari energi fosil itu.
Bappenas Dukung Kemenhut Kembangkan Wood Pellet
KBRN, Jakarta : Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mendukung upaya-upaya Kementerian Kehutanan untuk pengembangan energi terbarukan (renewable energy) dalam memenuhi kebutuhan energi baik untuk rumah maupun industri.
Hal itu diungkapkan Direktur Lingkungan Hidup Bappenas, Wahyuningsih Darajat, dalam Diskusi Nasional Perubahan Iklim yang digelar Kementerian Kehutanan di Jakarta, Senin (18/8/2014).
Hal itu diungkapkan Direktur Lingkungan Hidup Bappenas, Wahyuningsih Darajat, dalam Diskusi Nasional Perubahan Iklim yang digelar Kementerian Kehutanan di Jakarta, Senin (18/8/2014).
Kendala dan Manfaat Energi Biomassa Kayu di Indonesia
KBRN, Jakarta : Peluang biomassa kayu di Indonesia cukup menjanjikan, sebagai salah satu solusi tantangan krisis energi nasional.
Kayu dari sumber daya hutan yang berkelanjutan, dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar solid atau padat, bahan bakar cair, maupun dibuat menjadi gas.
Andreas Dewatmoko, salah satu deklarator Masyarakat Pegiatan Biomassa Energi Hutan Indonesia (MPBEHI) mengungkapkan, secara kuantitas jumlah biomassa kayu di Indonesia belum dapat dihitung, namun secara perkiraan kasar dapat mencapai 30 juta ton.
Kayu dari sumber daya hutan yang berkelanjutan, dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar solid atau padat, bahan bakar cair, maupun dibuat menjadi gas.
Andreas Dewatmoko, salah satu deklarator Masyarakat Pegiatan Biomassa Energi Hutan Indonesia (MPBEHI) mengungkapkan, secara kuantitas jumlah biomassa kayu di Indonesia belum dapat dihitung, namun secara perkiraan kasar dapat mencapai 30 juta ton.
Tuesday, August 19, 2014
Kemenhut Meminta Pers Tidak Hanya Soroti Soal Emisi dan Kerusakan Hutan
KBRN, Jakarta: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berharap pers tidak hanya menyoroti masalah emisi dan kerusakan hutan, namun juga mengimbanginya dengan menyampaikan berbagai informasi mengenai peran kehutanan dalam pembangunan.
“Mudah-mudahan teman-teman dari pers mengimbangi informasi ini. Terutama informasi global itu pokoknya yang disorot adalah emisi, hutan dan emisi, hutan dan kerusakan,” ungkap Staf Ahli Menteri Kehutanan bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim, Yetti Rusli, usai menggelar Diskusi Nasional Perubahan Iklim di Jakarta, Senin (18/8/2014).
“Mudah-mudahan teman-teman dari pers mengimbangi informasi ini. Terutama informasi global itu pokoknya yang disorot adalah emisi, hutan dan emisi, hutan dan kerusakan,” ungkap Staf Ahli Menteri Kehutanan bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim, Yetti Rusli, usai menggelar Diskusi Nasional Perubahan Iklim di Jakarta, Senin (18/8/2014).
Friday, August 15, 2014
Kesatuan Pengelolaan Hutan Jawaban bagi Keberlanjutan Program REDD+?
Proyek kerjasama teknis IJ-REDD+ antara Kementerian Kehutanan Indonesia dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) sudah berjalan selama 1 tahun, sejak 2013. Kerjasama ini bertujuan untuk membantu pengembangan mekanisme REDD+ dan menyiapkan prakondisi di Indonesia melalui pendekatan integrasi pada tingkat nasional, sub nasional dan lapangan. Target proyek IJ-REDD+ adalah Provinsi Kalimantan Barat meliputi Kabupaten Pontianak dan Ketapang, dan Provinsi Kalimantan Tengah yaitu di Kabupaten Kayong Utara dan Kubu Raya. Kerjasama ini menargetkan empat kawasan hutan di Kalimantan Barat yaitu Kabupaten Pontianak dan Ketapang. Termasuk didalamnya adalah kawasan Taman Nasional Gunung Palung yang berada di Kabupaten Ketapang.
COP19/CMP9 tahun 2013 TERSUKSES untuk REDD+: Citius, Altius, Fortius
Penulis : Nurmasripatin, Yetti Rusli dan Kirsfianti Ginoga
Peran sektor kehutanan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang No. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan adalah untuk menyelenggarakan pengelolaan hutan yang lestari baik dalam aspek produksi (ekonomi), aspek sosial dan lingkungan. Selain itu sektor kehutanan juga dihadapkan pada tantangan dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK), peningkatan stok karbon dan penyerapan GRK sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden No. 61 tahun 2011.
Pada COP 19/CMP19 yang diselenggarakan pada tanggal 11 sampai dengan 23 November 2013 di Warsawa, isu kehutanan merupakan agenda persidangan yang paling berhasil dalam hal pencapaian jumlah keputusan.
Peran sektor kehutanan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang No. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan adalah untuk menyelenggarakan pengelolaan hutan yang lestari baik dalam aspek produksi (ekonomi), aspek sosial dan lingkungan. Selain itu sektor kehutanan juga dihadapkan pada tantangan dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK), peningkatan stok karbon dan penyerapan GRK sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden No. 61 tahun 2011.
Pada COP 19/CMP19 yang diselenggarakan pada tanggal 11 sampai dengan 23 November 2013 di Warsawa, isu kehutanan merupakan agenda persidangan yang paling berhasil dalam hal pencapaian jumlah keputusan.
Saturday, August 9, 2014
Dr. Ir. Yetti Rusli, M.Sc Deklarasikan Masyarakat Pegiat Biomassa Hutan Indonesia (MAPEBHI)
Pada 22 Juli 2014, bertepatan dengan hari pengumuman hasil pilpres 2014, di Kantor Dewan Energi Nasional telah dideklarasikan LSM yang bergerak di bidang hutan dan energi dengan nama MAPEBHI (Masyarakat Pegiatan Biomassa Energi Hutan Indonesia). Para deklarator antara lain adalah Prof. Dr.Ir. Syamsir Abduh, Dr. Yetty Rusli, Ir. Nanang R. Ahmad, Andreas Dewatmoko, dll. 








.jpg)











