Hutan Kunci Bagi Sasaran Pembangunan
Hutan dunia memainkan perang penting dalam peralihan ke ekonomi hijau, tapi pemerintah perlu berbuat lebih banyak guna menjamin hutan tersebut dikelola secara berkelanjutan
Pelet Kayu, Bahan Bakar Alternatif Rendah Emisi
Penggunaan wood pellet (pelet kayu) sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil untuk industri besar, kecil, dan rumah tangga menghasilkan emisi lebih rendah dibandingkan dengan minyak tanah dan gas.
COP19 Warsawa : Indonesia Paparkan Inisiatif Hijau Dalam Kawasan Hutan Produksi dan Hutan Lindung
"Green Initiatives on Protected Forest, Production Forest and National Parks" COP-19/CMP-9 UNFCCC, Warsawa, Polandia (15/11/2013).
Forest Landscape Restoration: Enhancing more than carbon stocks
ITTO co-hosted a discussion forum on “Forest Landscape Restoration: Enhancing more than carbon stocks” at Forest Day 6, convened during UNFCCC COP18 in Doha, Qatar.
Thursday, July 25, 2013
ICCTF Discussion : Indonesia’s commitment to achieve 26% reduction of green house gas emission
ICCTF has been holding monthly discussions since July 2013. The first discussion was held on July 25, 2013 with topic on the provincial spatial plan from mitigation perspective. The discussion aimed at reviewing the current issues related to provincial spatial plan in the light of Indonesia’s commitment to achieve 26% reduction of green house gas emission unilaterally and 41% with international assistance by 2020. As 75% of emission from forestry sector is contributed from deforestation and land conversion so it is important to review current situation of the provincial spatial plan according to the reduction emission plan at the national level. Held at Luwansa Hotel, the discussion is attended by ICCTF stakeholders from line ministries, academics, CSOs and the media with Yetti Rusli, the Senior Adviser to the Minister of Forestry on Environment & Climate Change as the main speaker.
Thursday, July 11, 2013
Temu Ramah Bersama Komisaris Utama PT Inhutani IV (Persero) : Dr. Ir. Yetti Rusli M.Sc
Pekanbaru- 11 Juli 2013, bertempat di Hotel Jatra Pekanbaru telah dilaksanakan temu ramah bersama Komisaris Utama PT Inhutani IV (Persero) Ibu Dr. Ir. Yetti Rusli, M.Sc.
Sekaligus acara berbuka puasa bersama karyawan-karyawati PT Inhutani IV (Persero).
Tuesday, July 9, 2013
Forest for Future Generations – Public and Private Responsibility for Sustainability
Pada 11-12 Juni 2013 telah diadakan konferensi internasional mengenai "Forest for Future Generations – Public and Private Responsibility for Sustainability"" oleh Kementerian Federal untuk Ekonomi & Pembangunan Jerman di Berlin - Jerman. Konferensi ini mengangkat isu yang sangat penting yaitu bagaimana kita bisa berperan penting dalam menjaga hutan.
Hutan adalah faktor penting dari perubahan iklim global, karena hutan bisa mengonversi karbondioksida menjadi oksigen. Sehingga hutan menjadi sumber penghidupan (habitat) bagi banyak spesis hewan dan tumbuhan. Dan manusia pun sangat bergantung dengan keberadaan hutan.
Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk melindungi hutan dan mengakhiri segala bentuk usaha yang merusak dan menghancurkan hutan (seperti penebangan hutan secara liar). Dalam konferensi ini hadir deputi dari berbagai kementerian kehutanan dari Indonesia, Vietnam, dan Kamerun serta lebih dari 170 ahli dalam bidang politik, bisnis, dan akademisi dari seluruh dunia. Mereka bersama-sama membahas situasi dan masalah hutan di tingkat internasional.
Berikut adalah dokumentasi kegiatan salah satu perwakilan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Dr. Ir. Yetti Rusli, M.Sc.
Beliau juga berkesempatan diwawancari oleh salah satu radio di Jerman. Berikut adalah streaming radio-nya :
Sumber :
Conferences : Forests for Future Generations
http://www.bmz.de/de/presse/bildergalerien/index.html
Hutan adalah faktor penting dari perubahan iklim global, karena hutan bisa mengonversi karbondioksida menjadi oksigen. Sehingga hutan menjadi sumber penghidupan (habitat) bagi banyak spesis hewan dan tumbuhan. Dan manusia pun sangat bergantung dengan keberadaan hutan.
Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk melindungi hutan dan mengakhiri segala bentuk usaha yang merusak dan menghancurkan hutan (seperti penebangan hutan secara liar). Dalam konferensi ini hadir deputi dari berbagai kementerian kehutanan dari Indonesia, Vietnam, dan Kamerun serta lebih dari 170 ahli dalam bidang politik, bisnis, dan akademisi dari seluruh dunia. Mereka bersama-sama membahas situasi dan masalah hutan di tingkat internasional.
Berikut adalah dokumentasi kegiatan salah satu perwakilan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Dr. Ir. Yetti Rusli, M.Sc.
Beliau juga berkesempatan diwawancari oleh salah satu radio di Jerman. Berikut adalah streaming radio-nya :
Sumber :
Conferences : Forests for Future Generations
http://www.bmz.de/de/presse/bildergalerien/index.html
Expert Worshop on Gender and REDD+
Local women’s and men’s specific roles, rights, responsibilities, as well as their specific use patterns and knowledge of forest resources, shape their experiences differently. This is true in case of their experiences with climate change as well, and therefore, climate change mitigation mechanisms such as, sustainable forest management and REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation and sustainable management of forests and enhancement of carbon stock) are only successful when all the forest users and managers, including women, are equally included in decision making process and their interests and needs are taken into account. Women are particularly more susceptible to the impacts of climate change. Declining water supplies, climate variability, climate induced natural disasters, pest outbreaks, changing precipitation patterns, and change in crop production, not only challenge the accomplishment of their day to day responsibilities, but also make them more vulnerable, as they lose their means of livelihoods.
Saturday, July 6, 2013
Dr. Ir. Yetti Rusli, M.Sc
Dr. Ir. Yetti Rusli, M.Sc
Lahir : Bukit Tinggi, 21 November 1955
Pendidikan :
Karir :
Lahir : Bukit Tinggi, 21 November 1955
Pendidikan :
- Sarjana Kehutanan di Fakultas Kehutanan, IPB pada tahun 1978
- Master of Science dalam bidang Forest Economics di University of Alberta, Canada pada tahun 1991
- PhD di University of Washington USA di tahun 1999 pada bidang Natural Resource Economies. dibawah bimbingan Prof. Gerard F. Schreuder
- LEMHANAS KSA Angkatan 13 pada tahun 2005
Karir :
- PNS di Badan Diklat & Penyuluhan Pertanian Departemen Pertanian - 1979
- Kasubag Pengumpulan dan Pengolahan Data pada Biro Perencanaa Setjen - 1983.
- PNS diperbantukan kepada Sekjen Dephut - 1989
- Kasubag Statistik Kehutanan pada bagian Data dan Statistik Kehutanan Biro Perencanaan - 1991.
- Kasubag Sistem Informasi pada Biro Perencanaan Setjen Dephut - 1994
- Kepala Bagian Data dan Informasi - Biro Perencanaan Setjen Dephut - 1994.
- Staf pada Biro Perencanaan (Karya Siswa) - 1995
- Kabid Kajian Kebijaksanaan Hutbun pada pusat Rencana Pengembangan Hutbun Badan Planologi - 1999
- Kebid Penyusunan Rencana Strategis pada Pusat Rencana Hutbun Baplan - 2000.
- Pj. Kepala Pusat Pembentukan Wilayah Pengelolaan dan Perubahan Kawasan Hutan pada Badan Planologi Kehutanan - 2001.
- Kepala Pusat Rencana Kehutanan pada Badan Planologi Kehutanan - 2002
- Staf Ahli menteri Kehutanan Bidang Pembangunan Kehutanan - 2002
- Kepala Badan Planologi Kehutanan RI - 2005
- Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan RI - 2009
- Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim - 2010
- Komisaris Utama PT Inhutani IV (Persero) - 12 Juni 2013 - Sekarang
- Tenaga Ahli Bidang Pembangunan Kehutanan Hijau pada Sekretariat Jenderal Kementrian Lingkungan Hidup & Kehutanan RI 2016 - Sekarang
- NPF/Vice Chief Technical Advisor for Forclime (Forest and Climate Change Programme) Financial Modul/KfW, Indonesia-Germany 2017- Sekarang
poem of
“TREES FOR BETTER LIFE”
Heal the world by planting trees
Planting more means absorbing more CO2
Planting more means produce more green products
These are the anchor of forest for climate change solution..
HEAL THE WORLD BY PLANTING TREES..
==========================
REDAKSI MAJALAH RIMBAWANI No. 18 April 2012
MENAMPILKAN TOKOH WANITA KEHUTANAN
REDAKSI MAJALAH RIMBAWANI No. 18 April 2012
MENAMPILKAN TOKOH WANITA KEHUTANAN
DR Ir. Yetti Rusli MSc.
“Kehutanan, Bidang Karir Yang Selalu Menantang”
Pengakuan Ibu Yetti bahwa pertemuan dengan Ibu Suharyanto pada siang itu membawanya kembali mengingat makna dan perjalanan seorang perempuan di bidang kehutanan yang sudah digeluti selama lebih kurang 33 tahun sejak menerima NIP sebagai Capeg di tahun 1979. Berikut sekelumit hasil wawancara kami.
Bagaimana perjalanan Ibu menjadi wanita Kehutanan dan bagaimana peran orang tua dan dukungan keluarga?
Perantauan dimulai ketika lulus dari bangku Sekolah Menengah Atas dikampung halaman, SMA I Bukittinggi. Di pengawal tahun 1974 dengan menumpang kapal laut
Dari Teluk Bayur menuju Tanjung Priok Jakarta untuk suatu harapan pendidikan yang lebih baik dan menantang. Pemahaman tentang pendidikan dari orang tua, Ayah (almarhum) sebagai PNS di POS dan Ibu (almarhumah) sebagai Guru, memperkuat hati saya untuk menyeberangi lautan yang semua asing bagi seorang anak desa. Anak desa yang dibesarkan dalam lingkungan budaya adat dan agama yang kental dan kuat, hanya dengan modal niat yang ikhlas disertai doa kedua orang tua menelusuri perjalanan panjang yang akhirnya menjadi suatu kenyataan. Semoga mengalir menjadi amal bagi keduanya.
Kecintaan terhadap profesi di bidang kehutanan seperti tidak pernah tergoyah-kan. Dimulai dari pemahaman perkemba-ngan pembangunan Indonesia pada awal tahun tujuh puluhan yang dapat dipastikan tidak bisa mengabaikan bidang kehutanan. Memang terbukti bahwa Kehutanan menjadi tumpuan awal pembangunan ekonomi Indonesia (setelah minyak bumi).
Hal inilah yang membawa saya terdorong untuk mendalami ilmu kehutanan dari sisi ekonomi dan perdagangan internasional dengan mengambil S2 di Canada dan melanjutkan S3 di Amerika.
Perjuangan mendapatkan pendidikan strata dua dan tiga, tidak terlepas dari restu, dukungan dan pengorbanan suami dan anak-anak. Dengan keikhlasan mereka lah, karir ini bisa saya jalani. Insya-allah perjuangan yang juga tidak mudah dapat membawa makna dan manfaat bagi kami sekeluarga maupun bagi profesi saya sebagai seorang rimbawati Indonesia. Semoga segala kekurangan sebagai seorang istri dan ibu mendapat pintu maaf.
Bagaimana pendapat Ibu tentang tantangan profesi Kehutanan saat ini?
Terutama sejak Kementerian Kehutanan berdiri sendiri di tahun 1983, telah membawa kebangkitan ekonomi Indnesia, membuka isolasi daerah, serta menjadi pemungkin pengembangan demokrasi pemerintahan di daerah.
Era perubahan iklim yang ditandai berbagai kesepakatan dunia sejak KTT Bumi di Rio tahun 1992, merupakan tantangan kedua untuk keberhasilan kehutanan nasional bagi dunia melalui ekonomi hijau. Memang terkesan tidak mudah menjelaskan betapa murni (genuine) pembangunan kehutanan dalam menyelamatkan bumi. Profesional kehutanan harus mampu meyakinkan bahwa dengan menanam sebanyak-banyaknya, memelihara hutan dan mengelola secara lestari, serta memanfaatkan hasil sebagai produk hijau (green products) adalah jawaban untuk perubahan iklim. Dengan demikian Indonesia seyogyanya mampu menampilkan ekonomi hijau (UNEP, Toward Green Eco-nomy, 2011) ditengah galaunya dunia menghadapi perubahan iklim dan me-nyelamatkan perekonomian. Dengan bergandengan tangan dalam persahabatan adalah kata kunci baik di tingkat nasional maupun global.
Bagimana liku-liku perjalanan karir Ibu, dan apa peran kehutanan dalam pembangunan bangsa kedepan?
Mengawali karir di Badan Diklat & Penyuluhan Pertanian pada tahun 1979, kemudian berlanjut di bidang perencanaan umum kehutanan, perencanaan kawasan, Staf Ahli Menteri bidang Pembangunan Kehutanan, Kepala Badan Planologi Kehutanan, serta Staf Ahli bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim menghantarkan saya kepada keyakinan bahwa:
Hutan telah berperan menjadi kunci awal pembangunan ekonomi Indonesia,
Hutan akan terus menjadi tumpuan ekonomi hijau Indonesia (green eco-nomy) kedepan yang mampu memberikan nilai kesejahteraan kepada masya-rakat, industri, dan sumber energi terbarukan (pro-poor, pro-growth, pro-environment).
Pada era perubahan iklim walau hutan Indonesia diombang ambingkan diantara berbagai pendapat, tapi sebagai profesional rimbawan harus mampu menjelaskan bahwa hutan adalah obat perubahan iklim. Dan profesi kehutanan adalah pahlawan bumi agar terhindar dari katastropi perubahan iklim.
Mencermati sejarah pembangunan kehutanan dari para senior rimbawan, memberikan keyakinan kepada saya bahwa Indonesia yang berada di wilayah tropis / khatulistiwa, harus menyadari bahwa hutan adalah merupakan rahmat Allah SWT yang secara alami (by nature) jika dikelola secara lestari adalah untuk kemaslahatan penduduk bumi. Apapun yang dilakukan di bidang kehutanan, memelihara, menanam, memanfaatkan secara berkelanjutan dan menyediakan produk hijau adalah berperan menormalkan siklus karbon bumi (CO2 dan perubahan iklim).
Apakah pembangunan kehutanan selama ini di artikan oleh beberapa pihak sebagai tindakan eksploitatif yang berlebihan, dan apakah dipahami atau tidak oleh generasi bangsa saat ini, kehutanan adalah kelompok sektor yang lebih awal mempunyai Undang-Undang (UU Pokok Kehutanan no 5 tahun 1967) yang menuntun pemerintah melaksanakan pembangunan secara bertanggungjawab. Sebagai contoh sektor yang pertama secara konsekuen melengkapi diri dengan sistem perpetaan, bahkan sebelum Nasional mempunyai UU Tata Ruang tahun 1992. Dan sektor yang pertama di tahun 2006 mempunyai peta dasar seluruh Indonesia berbasis Citra Satelit.
Energi terbarukan berbasis biomasa belum menjadi topik bahasan kebijakan nasional, padahal konsep kayu energi (kayu bakar) sudah dikembangkan oleh kehutanan sejak lama. Potensi kedepan yang sangat besar untuk dikembangkan yaitu produk energi rendah CO2 berupa pellet kayu dan bahkan zero CO2 energi yaitu methanol dari kayu.
Contoh diatas menggambarkan bahwa semua aspek pembangunan kehutanan, mulai dari menananm, memelihara, memanfaatkan dan termasuk menghasilkan energi terbarukan dapat merupakan sumber ekonomi baru (green economy) bagi Indonesia. Karena berada di daerah tropis dimana fotosintesa terjadi sepanjang tahun, maka Indonesia mampu menumbuhkan dengan jauh lebih cepat sebagai perannya dalam mewujudkan Global Green Economy secara signifikan.
Menurut Ibu bagaimana peran perempuan saat ini?
Keluarga besar wanita kehutanan yang terdiri dari Isteri karyawan, karyawati, dan mahasiwi kehutanan menjadi bagian penting untuk mensukseskan misi menuju hutan lestari untuk nusa dan bangsa melalui ekonomi hijau serta berperan dalam mnghadapi perubahan iklim global.
Keyakinan Kartini tetap menjiwai semangat perempuan Indonesia untuk tampil mengambil peran dalam kehidupan keluarga, bangsa dan negara bahkan dunia.. Semoga….(Ny Suharyanto)
Sumber :
Majalah RIMBAWANI No. 18 April 2012 (ISSN 1412-8179)
“Kehutanan, Bidang Karir Yang Selalu Menantang”
Pengakuan Ibu Yetti bahwa pertemuan dengan Ibu Suharyanto pada siang itu membawanya kembali mengingat makna dan perjalanan seorang perempuan di bidang kehutanan yang sudah digeluti selama lebih kurang 33 tahun sejak menerima NIP sebagai Capeg di tahun 1979. Berikut sekelumit hasil wawancara kami.
Bagaimana perjalanan Ibu menjadi wanita Kehutanan dan bagaimana peran orang tua dan dukungan keluarga?
Perantauan dimulai ketika lulus dari bangku Sekolah Menengah Atas dikampung halaman, SMA I Bukittinggi. Di pengawal tahun 1974 dengan menumpang kapal laut
Dari Teluk Bayur menuju Tanjung Priok Jakarta untuk suatu harapan pendidikan yang lebih baik dan menantang. Pemahaman tentang pendidikan dari orang tua, Ayah (almarhum) sebagai PNS di POS dan Ibu (almarhumah) sebagai Guru, memperkuat hati saya untuk menyeberangi lautan yang semua asing bagi seorang anak desa. Anak desa yang dibesarkan dalam lingkungan budaya adat dan agama yang kental dan kuat, hanya dengan modal niat yang ikhlas disertai doa kedua orang tua menelusuri perjalanan panjang yang akhirnya menjadi suatu kenyataan. Semoga mengalir menjadi amal bagi keduanya.
Kecintaan terhadap profesi di bidang kehutanan seperti tidak pernah tergoyah-kan. Dimulai dari pemahaman perkemba-ngan pembangunan Indonesia pada awal tahun tujuh puluhan yang dapat dipastikan tidak bisa mengabaikan bidang kehutanan. Memang terbukti bahwa Kehutanan menjadi tumpuan awal pembangunan ekonomi Indonesia (setelah minyak bumi).
Hal inilah yang membawa saya terdorong untuk mendalami ilmu kehutanan dari sisi ekonomi dan perdagangan internasional dengan mengambil S2 di Canada dan melanjutkan S3 di Amerika.
Perjuangan mendapatkan pendidikan strata dua dan tiga, tidak terlepas dari restu, dukungan dan pengorbanan suami dan anak-anak. Dengan keikhlasan mereka lah, karir ini bisa saya jalani. Insya-allah perjuangan yang juga tidak mudah dapat membawa makna dan manfaat bagi kami sekeluarga maupun bagi profesi saya sebagai seorang rimbawati Indonesia. Semoga segala kekurangan sebagai seorang istri dan ibu mendapat pintu maaf.
Bagaimana pendapat Ibu tentang tantangan profesi Kehutanan saat ini?
Terutama sejak Kementerian Kehutanan berdiri sendiri di tahun 1983, telah membawa kebangkitan ekonomi Indnesia, membuka isolasi daerah, serta menjadi pemungkin pengembangan demokrasi pemerintahan di daerah.
Era perubahan iklim yang ditandai berbagai kesepakatan dunia sejak KTT Bumi di Rio tahun 1992, merupakan tantangan kedua untuk keberhasilan kehutanan nasional bagi dunia melalui ekonomi hijau. Memang terkesan tidak mudah menjelaskan betapa murni (genuine) pembangunan kehutanan dalam menyelamatkan bumi. Profesional kehutanan harus mampu meyakinkan bahwa dengan menanam sebanyak-banyaknya, memelihara hutan dan mengelola secara lestari, serta memanfaatkan hasil sebagai produk hijau (green products) adalah jawaban untuk perubahan iklim. Dengan demikian Indonesia seyogyanya mampu menampilkan ekonomi hijau (UNEP, Toward Green Eco-nomy, 2011) ditengah galaunya dunia menghadapi perubahan iklim dan me-nyelamatkan perekonomian. Dengan bergandengan tangan dalam persahabatan adalah kata kunci baik di tingkat nasional maupun global.
Bagimana liku-liku perjalanan karir Ibu, dan apa peran kehutanan dalam pembangunan bangsa kedepan?
Mengawali karir di Badan Diklat & Penyuluhan Pertanian pada tahun 1979, kemudian berlanjut di bidang perencanaan umum kehutanan, perencanaan kawasan, Staf Ahli Menteri bidang Pembangunan Kehutanan, Kepala Badan Planologi Kehutanan, serta Staf Ahli bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim menghantarkan saya kepada keyakinan bahwa:
Hutan telah berperan menjadi kunci awal pembangunan ekonomi Indonesia,
Hutan akan terus menjadi tumpuan ekonomi hijau Indonesia (green eco-nomy) kedepan yang mampu memberikan nilai kesejahteraan kepada masya-rakat, industri, dan sumber energi terbarukan (pro-poor, pro-growth, pro-environment).
Pada era perubahan iklim walau hutan Indonesia diombang ambingkan diantara berbagai pendapat, tapi sebagai profesional rimbawan harus mampu menjelaskan bahwa hutan adalah obat perubahan iklim. Dan profesi kehutanan adalah pahlawan bumi agar terhindar dari katastropi perubahan iklim.
Mencermati sejarah pembangunan kehutanan dari para senior rimbawan, memberikan keyakinan kepada saya bahwa Indonesia yang berada di wilayah tropis / khatulistiwa, harus menyadari bahwa hutan adalah merupakan rahmat Allah SWT yang secara alami (by nature) jika dikelola secara lestari adalah untuk kemaslahatan penduduk bumi. Apapun yang dilakukan di bidang kehutanan, memelihara, menanam, memanfaatkan secara berkelanjutan dan menyediakan produk hijau adalah berperan menormalkan siklus karbon bumi (CO2 dan perubahan iklim).
Apakah pembangunan kehutanan selama ini di artikan oleh beberapa pihak sebagai tindakan eksploitatif yang berlebihan, dan apakah dipahami atau tidak oleh generasi bangsa saat ini, kehutanan adalah kelompok sektor yang lebih awal mempunyai Undang-Undang (UU Pokok Kehutanan no 5 tahun 1967) yang menuntun pemerintah melaksanakan pembangunan secara bertanggungjawab. Sebagai contoh sektor yang pertama secara konsekuen melengkapi diri dengan sistem perpetaan, bahkan sebelum Nasional mempunyai UU Tata Ruang tahun 1992. Dan sektor yang pertama di tahun 2006 mempunyai peta dasar seluruh Indonesia berbasis Citra Satelit.
Energi terbarukan berbasis biomasa belum menjadi topik bahasan kebijakan nasional, padahal konsep kayu energi (kayu bakar) sudah dikembangkan oleh kehutanan sejak lama. Potensi kedepan yang sangat besar untuk dikembangkan yaitu produk energi rendah CO2 berupa pellet kayu dan bahkan zero CO2 energi yaitu methanol dari kayu.
Contoh diatas menggambarkan bahwa semua aspek pembangunan kehutanan, mulai dari menananm, memelihara, memanfaatkan dan termasuk menghasilkan energi terbarukan dapat merupakan sumber ekonomi baru (green economy) bagi Indonesia. Karena berada di daerah tropis dimana fotosintesa terjadi sepanjang tahun, maka Indonesia mampu menumbuhkan dengan jauh lebih cepat sebagai perannya dalam mewujudkan Global Green Economy secara signifikan.
Menurut Ibu bagaimana peran perempuan saat ini?
Keluarga besar wanita kehutanan yang terdiri dari Isteri karyawan, karyawati, dan mahasiwi kehutanan menjadi bagian penting untuk mensukseskan misi menuju hutan lestari untuk nusa dan bangsa melalui ekonomi hijau serta berperan dalam mnghadapi perubahan iklim global.
Keyakinan Kartini tetap menjiwai semangat perempuan Indonesia untuk tampil mengambil peran dalam kehidupan keluarga, bangsa dan negara bahkan dunia.. Semoga….(Ny Suharyanto)
Sumber :
Majalah RIMBAWANI No. 18 April 2012 (ISSN 1412-8179)
Indonesia Kaya Energi Hijau
Jakarta (ANTARA News) - Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Marzan A Iskandar mengatakan Indonesia memiliki potensi energi hijau sangat besar.
"Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Dari panas bumi yang kita miliki saja bisa menghasilkan 29.000 megawatt (MW), kemudian dari tenaga air 75.000 MW, kemudian dari tenaga surya, angin, sampah bisa mencapai 50.000 MW," katanya pada satu seminar di Jakarta, Rabu.
Saat ini, kata dia, energi hijau ini belum dimanfaatkan optimal, misalnya dari 29.000 MW potensi dari panas bumi yang baru digunakan sekitar 9.000 MW.
Indonesia, sambung Marzan, mesti beralih menggunakan energi hijau karena tidak bisa lagi tergantung kepada energi fosil atau minyak bumi. Jika Indonesia tidak beralih, maka impor akan terus meningkat sehingga mengancam ketahanan energi.
Namun Indonesia menghadapi masalah sulitnya mencari investor energi hijau. "Salah satu cara untuk memikat investor adalah memberi insentif untuk energi terbarukan dan disinsentif untuk energi fosil. Ini banyak dilakukan negara-negara lainnya," demikian Marzan.
Sumber :
http://www.antaranews.com/berita/383336/indonesia-kaya-energi-hijau
"Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Dari panas bumi yang kita miliki saja bisa menghasilkan 29.000 megawatt (MW), kemudian dari tenaga air 75.000 MW, kemudian dari tenaga surya, angin, sampah bisa mencapai 50.000 MW," katanya pada satu seminar di Jakarta, Rabu.
Saat ini, kata dia, energi hijau ini belum dimanfaatkan optimal, misalnya dari 29.000 MW potensi dari panas bumi yang baru digunakan sekitar 9.000 MW.
Indonesia, sambung Marzan, mesti beralih menggunakan energi hijau karena tidak bisa lagi tergantung kepada energi fosil atau minyak bumi. Jika Indonesia tidak beralih, maka impor akan terus meningkat sehingga mengancam ketahanan energi.
Namun Indonesia menghadapi masalah sulitnya mencari investor energi hijau. "Salah satu cara untuk memikat investor adalah memberi insentif untuk energi terbarukan dan disinsentif untuk energi fosil. Ini banyak dilakukan negara-negara lainnya," demikian Marzan.
Sumber :
http://www.antaranews.com/berita/383336/indonesia-kaya-energi-hijau
Sunday, June 30, 2013
Jaga hutan bakau Indonesia
Tanjung Benoa, Bali (ANTARA News) - 3,7 juta Hektare hutan bakau yang masih ada di seluruh Indonesia harus dijaga dan dipertahankan, mengingat banyak sekali peran pentingnya; yang paling nyata terlihat menahan dan mencegah abrasi pantai.
Tentang ini, Presiden Susilo Yudhoyono menyatakan, "Marilah kita rawat hutan kita atau bakau, tanah air kita luas , 130 juta Hektare, mangrove 3,7 juta Hektare, mari kita jaga dan rawat dan tanam dan pelihara supaya subur dan lingkungan kembali subur."
Dia bersama berbagai unsur masyarakat pesisir dan pelestari bakau serta sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II, menginisiasi gerakan penanaman pohon bakau di Telaga Waja, Benoa, Bali, Rabu.
Bicara praktik langsung dan keseharian menanam dan merawat bakau di pesisir, bukan pejabat-pejabat itu yang langsung turun tangan.
Sehingga pelibatan masyarakat umum, menjadi sangat penting. Masyarakat dari berbagai komunitas, di antaranya komunitas masyarakat Badung, Tanjung Benoa, Benoa Jimbaran, Tuban, dan Kedonganan, hadir pada gelaran konservasi lingkungan itu.
Kawasan Benoa adalah kawasan pesisir penting di Bali selatan, berbatasan dengan Nusa Dua di sisi selatan, Kota Denpasar dan kawasan Sanur, di sisi tengah dan utaranya. Pelabuhan terbesar Bali, Pelabuhan Benoa, ada di sana.
"Mari kita beri contoh dan menjadi contoh, semua saya ajak menanam mangrove," kata Yudhoyono.
Adalah Forum Mangrove Bali yang menggagas penanaman bakau, yang juga dihadiri Duta Mangrove Bali, Cristiano Ronaldo, itu.
Sumber : http://www.antaranews.com/berita/382053/jaga-hutan-bakau-indonesia
Tentang ini, Presiden Susilo Yudhoyono menyatakan, "Marilah kita rawat hutan kita atau bakau, tanah air kita luas , 130 juta Hektare, mangrove 3,7 juta Hektare, mari kita jaga dan rawat dan tanam dan pelihara supaya subur dan lingkungan kembali subur."
Dia bersama berbagai unsur masyarakat pesisir dan pelestari bakau serta sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II, menginisiasi gerakan penanaman pohon bakau di Telaga Waja, Benoa, Bali, Rabu.
Bicara praktik langsung dan keseharian menanam dan merawat bakau di pesisir, bukan pejabat-pejabat itu yang langsung turun tangan.
Sehingga pelibatan masyarakat umum, menjadi sangat penting. Masyarakat dari berbagai komunitas, di antaranya komunitas masyarakat Badung, Tanjung Benoa, Benoa Jimbaran, Tuban, dan Kedonganan, hadir pada gelaran konservasi lingkungan itu.
Kawasan Benoa adalah kawasan pesisir penting di Bali selatan, berbatasan dengan Nusa Dua di sisi selatan, Kota Denpasar dan kawasan Sanur, di sisi tengah dan utaranya. Pelabuhan terbesar Bali, Pelabuhan Benoa, ada di sana.
"Mari kita beri contoh dan menjadi contoh, semua saya ajak menanam mangrove," kata Yudhoyono.
Adalah Forum Mangrove Bali yang menggagas penanaman bakau, yang juga dihadiri Duta Mangrove Bali, Cristiano Ronaldo, itu.
Sumber : http://www.antaranews.com/berita/382053/jaga-hutan-bakau-indonesia
Monday, June 24, 2013
SBY dan Ronaldo akan Kampanye Selamatkan Mangrove di Bali
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono dijadwalkan akan menghadiri pencanangan kampanye selamatkan bakau bertajuk "Bali Save Mangrove, Save Earth (BSMSE)" di Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali pada 26 Juni 2013 bersama bintang sepakbola dunia Christiano Ronaldo.
"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya hutan mangrove, mengajak partisipasi aktif masyarakat guna pelestarian hutan mangrove, dan mengembalikan kondisi ekosesitem serta keragaman hayati bagi tanaman mangrove," demikian informasi yang disebarkan www.setkab.go.id di Jakarta, Senin.
Presiden dan Ibu Negara beserta beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II akan melakukan penanaman pohon Mangrove di Taman Hutan Raya Ngurah Rai. Selain melakukan kampanye Selamatkan Bakau, Presiden di Bali akan langsung menerima laporan lengkap kemajuan persiapan KTT APEC yang akan dilaksanakan di Bali pada 5-7 Oktober mendatang.
Acara pencanangan "Bali Save Mangrove, Save Earth (BSMSE)" diawali dengan penyerahan secara simbolis bibit mangrove, alat pengolah buah mangrove, dan alat pencacah sampah. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan akan menyerahkan sertifikat sebagai duta Forum Peduli Mangrove (FPM) Bali kepada bintang sepakbola dunia asal Portugal yang kini memperkuat klub Real Madrid, Spanyol tersebut.
Penunjukan Christiano Ronaldo sebagai duta Forum Peduli Mangrove ini dimaksudkan untuk memperjuangkan konservasi Mangrove di Indonesia.
Duta mangrove
Upaya melibatkan Christiano Ronaldo menjadi duta mangrove tak lepas dari peran pengusaha nasional boss Artha Graha Group Tomy Winata. Sebelumnya, pada 11 Maret 2013, Artha Graha Peduli, mengumumkan bintang sepak bola Real Madrid, Cristiano Ronaldo bersepakat untuk memperjuangkan konservasi mangrove di Indonesia.
Artha Graha Peduli menobatkan Ronaldo sebagai Duta Mangrove Untuk Bali - yang dilakukan melalui Forum Peduli Mangrove. Forum Peduli Mangrove adalah gerakan pelestarian mangrove di Bali yang didukung oleh lima Lembaga pemberdayaan masyarakat yang berada di selatan Tanjung Benoa, Bali.
Penunjukan Ronaldo sebagai Duta Mangrove Bali dalam Forum Peduli Mangrove dilakukan dalam pertemuan di Madrid, Spanyol, Jumat 8 Maret 2013, saat pemain bola asal Portugal itu bertemu pimpinan Grup Artha Graha, Tomy Winata yang sedang berada di Eropa guna menghadiri Konferensi ke-56 Komisi PBB Anti-Narkotika dan Obat-obatan Terlarang, UNOCD (United Nations Office on Drugs and Crime), yang juga memiliki kebijakan utama mengadakan kerja sama bagi pelestarian satwa liar dan pecegahan kerusakan hutan.
Dalam Konferensi UNODC itu hadir pula Komisaris Jenderal Gories Mere, mantan Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional).
Tomy Winata menyatakan senang dan bahagia Ronaldo setuju mendukung penuh kegiatan pelestraian hutan mangrove di Indonesia. Ia menilai Ronaldo adalah Duta Penyelamatan Mangrove yang cocok, mengingat dia memiliki daya tarik dan panutan. "Kami mengharapkan pesan 'Save Mangrove, Save Earth' dapat menjangkau segala lapisan masyarakat, baik muda maupun tua, kaya maupun miskin." Katanya.
Kementerian Kehutanan Indonesia memperkirakan bahwa Indonesia memiliki lebih dari sembilan juta hektar hutan mangrove, tetapi sekitar 70 persennya telah hilang dan berubah menjadi kawasan pertanian, perkebunan kelapa sawit, serta pengembangan desa dan perkotaan.
Ronaldo mengaku merasa istimewa dapat berperan dalam melestarikan mangrove di Indonesia.
"Saya pernah datang ke Aceh setelah tragedi tsunami, dan kehancuran yang saya lihat, menyisakan kenangan yang dalam pada diri saya," kata Ronaldo yang pernah bertemu dengan Martunis, bocah korban tsunami Aceh yang ditemukan tengah mengenakan kaos sepakbola Portugal.
Sumber :
http://www.antaranews.com/berita/381650/sby-dan-ronaldo-akan-kampanye-selamatkan-mangrove
"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya hutan mangrove, mengajak partisipasi aktif masyarakat guna pelestarian hutan mangrove, dan mengembalikan kondisi ekosesitem serta keragaman hayati bagi tanaman mangrove," demikian informasi yang disebarkan www.setkab.go.id di Jakarta, Senin.
Presiden dan Ibu Negara beserta beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II akan melakukan penanaman pohon Mangrove di Taman Hutan Raya Ngurah Rai. Selain melakukan kampanye Selamatkan Bakau, Presiden di Bali akan langsung menerima laporan lengkap kemajuan persiapan KTT APEC yang akan dilaksanakan di Bali pada 5-7 Oktober mendatang.
Acara pencanangan "Bali Save Mangrove, Save Earth (BSMSE)" diawali dengan penyerahan secara simbolis bibit mangrove, alat pengolah buah mangrove, dan alat pencacah sampah. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan akan menyerahkan sertifikat sebagai duta Forum Peduli Mangrove (FPM) Bali kepada bintang sepakbola dunia asal Portugal yang kini memperkuat klub Real Madrid, Spanyol tersebut.
Penunjukan Christiano Ronaldo sebagai duta Forum Peduli Mangrove ini dimaksudkan untuk memperjuangkan konservasi Mangrove di Indonesia.
Duta mangrove
Upaya melibatkan Christiano Ronaldo menjadi duta mangrove tak lepas dari peran pengusaha nasional boss Artha Graha Group Tomy Winata. Sebelumnya, pada 11 Maret 2013, Artha Graha Peduli, mengumumkan bintang sepak bola Real Madrid, Cristiano Ronaldo bersepakat untuk memperjuangkan konservasi mangrove di Indonesia.
Artha Graha Peduli menobatkan Ronaldo sebagai Duta Mangrove Untuk Bali - yang dilakukan melalui Forum Peduli Mangrove. Forum Peduli Mangrove adalah gerakan pelestarian mangrove di Bali yang didukung oleh lima Lembaga pemberdayaan masyarakat yang berada di selatan Tanjung Benoa, Bali.
Penunjukan Ronaldo sebagai Duta Mangrove Bali dalam Forum Peduli Mangrove dilakukan dalam pertemuan di Madrid, Spanyol, Jumat 8 Maret 2013, saat pemain bola asal Portugal itu bertemu pimpinan Grup Artha Graha, Tomy Winata yang sedang berada di Eropa guna menghadiri Konferensi ke-56 Komisi PBB Anti-Narkotika dan Obat-obatan Terlarang, UNOCD (United Nations Office on Drugs and Crime), yang juga memiliki kebijakan utama mengadakan kerja sama bagi pelestarian satwa liar dan pecegahan kerusakan hutan.
Dalam Konferensi UNODC itu hadir pula Komisaris Jenderal Gories Mere, mantan Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional).
Tomy Winata menyatakan senang dan bahagia Ronaldo setuju mendukung penuh kegiatan pelestraian hutan mangrove di Indonesia. Ia menilai Ronaldo adalah Duta Penyelamatan Mangrove yang cocok, mengingat dia memiliki daya tarik dan panutan. "Kami mengharapkan pesan 'Save Mangrove, Save Earth' dapat menjangkau segala lapisan masyarakat, baik muda maupun tua, kaya maupun miskin." Katanya.
Kementerian Kehutanan Indonesia memperkirakan bahwa Indonesia memiliki lebih dari sembilan juta hektar hutan mangrove, tetapi sekitar 70 persennya telah hilang dan berubah menjadi kawasan pertanian, perkebunan kelapa sawit, serta pengembangan desa dan perkotaan.
Ronaldo mengaku merasa istimewa dapat berperan dalam melestarikan mangrove di Indonesia.
"Saya pernah datang ke Aceh setelah tragedi tsunami, dan kehancuran yang saya lihat, menyisakan kenangan yang dalam pada diri saya," kata Ronaldo yang pernah bertemu dengan Martunis, bocah korban tsunami Aceh yang ditemukan tengah mengenakan kaos sepakbola Portugal.
Sumber :
http://www.antaranews.com/berita/381650/sby-dan-ronaldo-akan-kampanye-selamatkan-mangrove
Thursday, June 20, 2013
Kemenhut ajak mahasiswa sosialisasikan budaya menanam
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Kehutanan mengajak kalangan pemuda, khususnya mahasiswa untuk berperan dalam mensosialisasikan budaya menanam ke masyarakat.
"Budaya menanam pohon di kalangan masyarakat di Tanah Air sudah berkembang baik di Pulau Jawa, namun di luar Jawa belum berjalan dengan baik," kata Menteri Kehutanan (Menhut), Zulkifli Hasan, pada acara Temu Mahasiswa Peduli Hutan di Jakarta, Jumat.
Oleh karena itu, tambah Menhut, kegiatan ini akan mengajak mahasiswa untuk melakukan sosialisasi budaya menanam terutama di luar Jawa seperti Sumatera, Kalimatan, Sulawesi, Papua.
Zulkifli menyatakan dihadapan puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Pertanian Dharma Wacana Metro Provinsi Lampung, melalui kegiatan sosialisasi budaya menanam di kalangan mahasiswa tersebut mereka diharapkan mampu menghargai alam dan lingkungan terlebih lagi jika sejak dini sudah diajarkan.
Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kehutanan Tachrir Fathoni menyatakan, pihaknya akan melakukan kegiatan sosialisasi budaya menanam di kalangan mahasiswa secara terus menerus.
Melalui kegiatan Temu Mahasiswa Peduli Hutan kali ini, tambahnya, mereka diajak secara langsung melihat kegiatan pengelolaan hutan di Waduk Jatiluhur Purwakarta, Jawa Barat. Nantinya mahasiswa tersebut akan mengetahui konektivitas atau keterkaitan langsung antara hutan dengan waduk serta kegiatan pertanian.
Fathoni menyatakan, pada tahun ini pihaknya telah menyelanggarakan kegiatan Temu Mahasiswa Peduli Hutan yang bekerja sama dengan kampus-kampus perguruan tinggi tersebut sebanyak tiga kali.
Pada penyelenggaraan pertama kali diikuti sebanyak 150 mahasiswa, begitu juga yang kedua juga 150 mahasiswa, tambahnya, sedangkan untuk yang ketiga sebanyak 280 mahasiswa serta 20 dosen dari Sekolah Tinggi Pertanian Dharma Wacana Metro, Provinsi Lampung.
"Diharapkan mereka mampu mengubah budaya tanaman (masyarakat di sekitarnya) seperti orang Jawa," katanya.
"Budaya menanam pohon di kalangan masyarakat di Tanah Air sudah berkembang baik di Pulau Jawa, namun di luar Jawa belum berjalan dengan baik," kata Menteri Kehutanan (Menhut), Zulkifli Hasan, pada acara Temu Mahasiswa Peduli Hutan di Jakarta, Jumat.
Oleh karena itu, tambah Menhut, kegiatan ini akan mengajak mahasiswa untuk melakukan sosialisasi budaya menanam terutama di luar Jawa seperti Sumatera, Kalimatan, Sulawesi, Papua.
Zulkifli menyatakan dihadapan puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Pertanian Dharma Wacana Metro Provinsi Lampung, melalui kegiatan sosialisasi budaya menanam di kalangan mahasiswa tersebut mereka diharapkan mampu menghargai alam dan lingkungan terlebih lagi jika sejak dini sudah diajarkan.
Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kehutanan Tachrir Fathoni menyatakan, pihaknya akan melakukan kegiatan sosialisasi budaya menanam di kalangan mahasiswa secara terus menerus.
Melalui kegiatan Temu Mahasiswa Peduli Hutan kali ini, tambahnya, mereka diajak secara langsung melihat kegiatan pengelolaan hutan di Waduk Jatiluhur Purwakarta, Jawa Barat. Nantinya mahasiswa tersebut akan mengetahui konektivitas atau keterkaitan langsung antara hutan dengan waduk serta kegiatan pertanian.
Fathoni menyatakan, pada tahun ini pihaknya telah menyelanggarakan kegiatan Temu Mahasiswa Peduli Hutan yang bekerja sama dengan kampus-kampus perguruan tinggi tersebut sebanyak tiga kali.
Pada penyelenggaraan pertama kali diikuti sebanyak 150 mahasiswa, begitu juga yang kedua juga 150 mahasiswa, tambahnya, sedangkan untuk yang ketiga sebanyak 280 mahasiswa serta 20 dosen dari Sekolah Tinggi Pertanian Dharma Wacana Metro, Provinsi Lampung.
"Diharapkan mereka mampu mengubah budaya tanaman (masyarakat di sekitarnya) seperti orang Jawa," katanya.
Thursday, June 6, 2013
Norwegia akui kemajuan Indonesia kurangi emisi C02
Oslo (ANTARA News) - Norwegia mengakui kemajuan yang dicapai Indonesia dalam mengurangi emisi karbondioksida (C02) melalui Satuan Tugas Persiapan Kelembagaan Reduksi Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (Satgas REDD+)
"Kita harus hati-hati memanfaatkan dana bantuan yang diberikan Pemerintah Norwegia dalam melaksanakan tugas mengurangi emisi dalam kerangka REDD+ tersebut," ujar Ketua Satgas REDD+ Kuntoro Mangkusubroto kepada Antara London di Oslo, Kamis.
Kuntoro melakukan kunjungan kerja ke Oslo Norwegia dari 3 hingga 5 Juni 2013.
Kehadiran Satgas REED+ yang diketuai Kuntoro Mangkusubroto yang juga menjabat sebagai Ketua Unit kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) di Norwegia itu dalam rangka menyampaikan kemajuan yang dicapai Indonesia dalam program yang didanai Pemerintah Norwegia .
Menurut Kuntoro, saat ini, Satgas yang dipimpinnya sudah merampungkan pemetaan area hutan di wilyah Indonesia dalam satu map.
"Dengan satu peta area hutan akan mudah dilakukan pengawasan di lapangan sehingga tidak ada lagi perbedaan peta kehutanan karena berdasarkan pemetaan pihak-pihak atau instansi yang berbeda-beda," ujarnya.
REDD merupakan upaya pengurangan emisi gas karbon dengan cara mencegah kerusakan hutan. Melalui REDD, Norwegia akan menyalurkan satu miliar dolar AS. Karena itu diperlukan lembaga pengelolanya.
Tahap pertama kucuran dana sebesar 30 juta dolar AS diberikan untuk persiapan, kemudian tahap kedua sebesar 170 juta dolar AS setelah terbentuk badan. Begitu badan terbentuk maka akan ada program-program yang lebih permanen sifatnya.
Sedangkan tahap ketiga adalah 800 juta Dolar AS, akan dibayar sesuai kemajuan program yang dilakukan Indonesia dalam mengurangi emisi.
Sumber :
http://www.antaranews.com/berita/378674/norwegia-akui-kemajuan-indonesia-kurangi-emisi-c02
"Kita harus hati-hati memanfaatkan dana bantuan yang diberikan Pemerintah Norwegia dalam melaksanakan tugas mengurangi emisi dalam kerangka REDD+ tersebut," ujar Ketua Satgas REDD+ Kuntoro Mangkusubroto kepada Antara London di Oslo, Kamis.
Kuntoro melakukan kunjungan kerja ke Oslo Norwegia dari 3 hingga 5 Juni 2013.
Kehadiran Satgas REED+ yang diketuai Kuntoro Mangkusubroto yang juga menjabat sebagai Ketua Unit kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) di Norwegia itu dalam rangka menyampaikan kemajuan yang dicapai Indonesia dalam program yang didanai Pemerintah Norwegia .
Menurut Kuntoro, saat ini, Satgas yang dipimpinnya sudah merampungkan pemetaan area hutan di wilyah Indonesia dalam satu map.
"Dengan satu peta area hutan akan mudah dilakukan pengawasan di lapangan sehingga tidak ada lagi perbedaan peta kehutanan karena berdasarkan pemetaan pihak-pihak atau instansi yang berbeda-beda," ujarnya.
REDD merupakan upaya pengurangan emisi gas karbon dengan cara mencegah kerusakan hutan. Melalui REDD, Norwegia akan menyalurkan satu miliar dolar AS. Karena itu diperlukan lembaga pengelolanya.
Tahap pertama kucuran dana sebesar 30 juta dolar AS diberikan untuk persiapan, kemudian tahap kedua sebesar 170 juta dolar AS setelah terbentuk badan. Begitu badan terbentuk maka akan ada program-program yang lebih permanen sifatnya.
Sedangkan tahap ketiga adalah 800 juta Dolar AS, akan dibayar sesuai kemajuan program yang dilakukan Indonesia dalam mengurangi emisi.
Sumber :
http://www.antaranews.com/berita/378674/norwegia-akui-kemajuan-indonesia-kurangi-emisi-c02
Document - 1991
1991 - [Thesis] Forest Taxation and the Wood Products Industry in Indonesia
http://www.mediafire.com/download/1jjlti99v6jg0nr/1991+-+Forest+Taxation+and+the+Wood+Products+Industry+in+Indonesia.pdf
http://www.mediafire.com/download/1jjlti99v6jg0nr/1991+-+Forest+Taxation+and+the+Wood+Products+Industry+in+Indonesia.pdf






















